Catatan MPASI Vanya : 9m – 12m

Oke, ceritanya tulisan ini dibuat untuk menggenapi serangkaian Catatan MPASI Vanya dari 6m sampe 12m, biar komplit hehehe. Terakhir post sampe di umur 8m, dan karena kesibukan akhirnya vakum deh buat blogging, dan buat menyingkat tulisan dan waktu saya nulisnya skalian aja dari 9m sampai 12m ya.

So, let’s sum up!

Begitu Vanya masuk umur 9m saya langsung mencobakan menu ikan-ikanan atau seafood karena percernaan bayi pastinya sudah semakin oke, dan karena setiap bulan harus terus meningkat teksturnya maka saya mulai mengurangi takaran air ketika membuat bubur nasi di slow cooker. Tapi ketika mulai pemberian menu ikan atau seafood tetep harus dicek reaksi anak, apakah ada alergi atau perbedaan pada pup nya. Ikan pertama yang jadi korban adalah ikan gurame hehehe, dengan menu tim ikan gurame brokoli. Hasilnya? Doyan dan tidak ada alergi terhadap ikan-ikan, jadi bisa lanjut ke ikan-ikan yang lain. Biasanya banyak yang milih ikan patin sebagai awal percobaan karena tekstur dagingnya yang empuk, selain itu tentunya ikan salmon dan ikan tuna yang sangat kondang di ranah MPASI mommy2 kece hehehe..

Oiya, mo curhat dikit nih.. Sewaktu Vanya diimunisasi Campak, saya sempet dibikin galau sama seorang dokter, memang bukan dokter spesialis anak langganan Vanya sih. Jadi ketika dokter ini melihat postur Vanya yang mungil dan ngintip catatan medisnya langsung nembak saya dengan pertanyaan2 dan kasih penjelasan panjang lebar. Intinya sih dokter ini kurang yakin dengan bayi yang diberi MPASI rumahan atau homemade karena menurutnya dipastikan HB si bayi akan hancur atau kurang, bahwa dengan MPASI rumahan maka gizinya tidak akan seimbang, dan dia lebih prefer dengan makanan pabrikan yang sudah pasti seimbang takaran gizinya. Dokter tersebut minta Vanya untuk cek HB, dengan ragu2 saya iyakan dan saya nyesel hehehehe.. Kenapa? Karena saya ga tega anak saya dimasukin alat suntik diambil darahnya, kebayang kan harus megangin anak yang nangis dengan sedikit paksa supaya ga gerak2 dan supaya bisa keambil darahnya ? Hufffttt… Dan ternyata hasilnya memang HB Vanya kurang dari normal, lalu dokter tersebut kasih resep berupa vitamin zat besi yang harus diberikan 3x sehari selama 3 bulan. Dokter itu juga bilang kalo Vanya itu butuh ditambah frekuensi makannya, butuh tambahan sufor, lalu diperbanyak makanan2 yang mengandung banyak lemak seperti keju, mayonaise dan yoghurt. Begitu pulang dr sana, langsung deh saya jadi galau dan kepikiran, duuhhh.. Saya selalu percaya kalo anak saya sehat, sakit2 ringan seperti batuk pilek itu biasa, perkembangannya juga bagus sesuai dengan usianya, memang setelah 6mos berat badannya susah naik itupun karena kecenderungan anaknya aktif, dan kebanyakan anak ASI itu langsing2 dibanding dengan anak2 yang diberi sufor. Akhirnya setelah saya sharing dengan kakak saya, lalu ke beberapa teman saya, akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti saran dari dokter tersebut hanya yang sesuai dengan hati nurani saya. As you know, saya sejak awal sudah commit “no sufor” dan untuk MPASI saya juga sudah commit dengan “homemade”. Jadi dari saran dokter itu cuma pemberian vitamin zat besi dan pemberian makanan yang mengandung lemak yang saya jalankan. Dari sejak itu saya kerap menambahkan keju, memasak dengan butter atau eloo, menambahkan evoo ke makanan yang sudah jadi, memberi buah alpukat/pisang sebagai cemilan plus yogurt atau mayonaise. Memang dokter lebih tau soal ilmu, tapi ibu lebih tau apa yang dibutuhkan anaknya *ciyeee sok banget, amin2…*. Jadi saya ngelakuin apa yang saya yakini atau sesuai dengan hati saya, daripada nurutin orang lain dengan terpaksa. Ini pun saya berani meyakini pemikiran dan keputusan karena saya mencari tau dan belajar.

Waaahhh kok curhatnya malah jadi panjang hihihihi…. Ini belum curhat tentang GTM hahahaha… Mungkin curhatnya laen waktu aja yaa..

Kurang lebih seperti itu MPASI Vanya di usia 9-10mos, plus2 makanan2 yang mengandung lemak itu tadi. Kalo untuk usia 11mos Vanya udah belajar makan nasi lembek, awalnya karena dia suka kepengen makanan kakak sepupunya yang akhirnya doyan. Sejak itu saya jadi jarang masak pake slow cooker karena nasinya udah jadi satu dengan keluarga, tinggal masak sayurnya aja.

Naaahhh akhirnya ketika masuk 12mos, Vanya resmi diperbolehkan makan pake gula garam hehehe… Nasinya udah ga lembek ga apa2, telur sudah boleh komplit kuning + putihnya, boleh minum susu UHT, dll. Saya sih masih masak sendiri untuk sayurnya, hanya kadang2 ngikut jadi satu dengan menu keluarga juga, dan masih tetep nyari dan nyoba resep ini itu untuk variasi makanan.

Pokoknya jangan patah semangat !! :))

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s