Breastfeed time

Melanjutkan cerita saya belajar jadi orang tua, sekarang mau share pengalaman menyusui.

Saya sudah berkomitmen sejak hamil, nanti kalo anak saya sudah lahir mau saya kasih full ASI. Kenapa? Ya karena makanan terbaik bayi adalah ASI, dan tentu saja banyak keuntungannya dari sisi kesehatan buat ibu dan bayinya, dari sisi emosional menciptakan bonding antara ibu dan bayi, dan yang tidak kalah pentingnya adalah ngirit ;).

Saya beruntung karena bisa tetap melakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) walaupun melahirkan caesar. Sebenarnya saya sih sudah mencari info RS tempat saya melahirkan terlebih dulu, IMD diijinkan setelah caesar jika kondisi ibu dan bayi normal. Di lain RS belum tentu prosedur ini boleh diterapkan. Hanya waktu itu proses IMD tidak bisa dilakukan selama 1 jam seperti yang disarankan karena suhu ruang operasi yang super dingin sehingga bayi harus segera ditaruh di ruang bayi, kasihan kan kalau kedinginan. Tantangan bagi ibu yang melahirkan caesar adalah tidak bisa langsung menyusui bayinya karena harus recovery lebih dulu, saya baru bisa bertemu Vanya keesokan hari setelah operasi. Itupun saya belum bisa duduk jadi saya menyusui Vanya dengan posisi tiduran. First latch on must be very hurt hehehe.. Iya, karena lidah bayi lahir itu masih kasar dan bayi juga masih belajar menyusu yang benar. Waktu itu saya tidak yakin apakah ASI saya sudah keluar atau belum, tetapi saya tetap saja menyusukan Vanya karena hisapan bayi itu justru merangsang keluarnya ASI dan toh kita tidak pernah tau seberapa banyak ASI kita yang keluar saat disusuin langsung oleh bayi kita. Ketika saya mencoba memerah payudara dengan cara marmet tangan hasilnya cuma setetes-setetes. Saya tidak kecil hati karena walau sedikit ASI yang keluar pertama dan sedikit itulah yang paling bagus, sebutannya kolostrum. Setiap kali Vanya diantar ke kamar dia selalu menyusu saya, masih terus mencoba pelekatan yang benar dan untungnya Vanya tidak rewel. Sampai pada hari ketiga masih aman karena bayi masih membawa bekal makanan saat masih di kandungan dan Vanya juga tidak rewel. Saya baru khawatir ketika memasuki hari keempat, DSA memberitahu kalau bilirubin Vanya naik dan badannya sedikit kuning. Karena khawatir maka saya pun meminta donor ASI dari kakak saya supaya Vanya tidak tambah kuning dan supaya bilirubinnya tidak naik, waktu itu dia minum donor ASI dengan cara disuap sendok kecil. Hari kelima kami diijinkan pulang, senangnya… Saya yang sudah lancar berjalan menjemput Vanya di ruang bayi dan pulanglah kita ke rumah.

Sesampainya di rumah perjuangan pun dimulai hehehe.. Bayi baru lahir akan banyak sekali waktu tidurnya dari pagi hari, sepanjang siang, sore sampai malam, tapi entah kenapa justru akan terjaga dan rewel pada waktu tengah malam sampai dini hari. Malam pertama di rumah, Vanya rewel karena ASI saya masih sedikit dan kebetulan payudara sebelah kiri saya lecet hingga berdarah karena puting datar dan salah pelekatan. Malam itu saya, suami, kakak, dan daddy bergantian mengurus Vanya, saya pun masih perlu waktu belajar menangani anak sendiri. Akhirnya menjelang dini hari Vanya mau tidur setelah diberi minum donor ASI kakak saya lagi. *fiuh* Saya sampai minta tolong temen saya yang kebetulan konselor laktasi AIMI untuk datang ke rumah untuk melihat pelekatan saya dan membenarkan jika masih salah.

Berbagai cara saya lakukan untuk meningkatkan ASI saya, dari yang makan banyak sayur-sayuran, susu, dan kacang-kacangan, minum vitamin pelancar ASI, bahkan minum jamu tradisional tiap hari. Dan yang terpenting adalah mindset dan afirmasi positif dari diri sendiri bahwa ASI kita pasti cukup untuk bayi kita.

Puji Tuhan perlahan-lahan tapi pasti ASI saya keluar dengan lancar, puting tidak lagi lecet. Intinya adalah bahwa ibu dan bayi memerlukan waktu untuk sama-sama belajar menyusu dan menyusui dengan benar. Ibu sebaiknya tidak boleh stress atau banyak pikiran, jadi pintar-pintar lah mencari booster ASI ๐Ÿ™‚ Jangan lupa untuk mengeset mindset, niat dan doa juga menjaga mood atau suasana hati tetap happy.

Happy breastfeeding mom!! ๐Ÿ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s