Penat

Baru saja saya googled definisi kata ‘penat’, kata sifat yang berarti merasa lelah setelah bekerja keras. Pernah merasa penat? Hampir semua pasti menjawab pernah bahkan mungkin orang yang tak melakukan apa-apa pun bisa merasa penat.

Beberapa hari yang lalu saya sering merasa penat, sebagian besar sebabnya karena rutinitas di kantor dengan beban kerja yang terus bertambah. 8 jam kerja yang memakan tidak hanya tenaga tetapi juga pikiran. Terkadang saking banyaknya load pekerjaan, saya merasa pikiran di otak saya crowded yang akhirnya menjadi tidak konsen, sering melakukan kesalahan-kesalahan sepele, saya sering menyebutnya “otak lg ga sinkron”. Saya juga merasa kehilangan waktu bermain saya, karena tubuh sudah terlalu capek setibanya di rumah.

Begitu lah, kesibukan pekerjaan yang tidak diimbangi waktu refreshing dalam yang cukup lama cukup membuatmu merasa penat. Hal-hal atau masalah kecil pun terasa menjadi besar dan mampu membuatmu stress.

Ketika rasa penat itu sudah diujung tanduk, saya akan merasa kelelahan dan kesal yang luar biasa baik fisik dan mental. Biasanya muka saya sudah jelek sekali, dan lebih baik minggir dari orang-orang sekitar dan mengambil waktu sendiri, bahkan kadang saking tidak kuatnya bisa-bisa saya sampai menangis. Well, percaya atau tidak, kalau saya sih percaya bahwa menangis itu melepaskan emosi dan mengurangi beban. At least it works for me. Setelah itu biasanya saya merasa entengan dan jauh lebih terkontrol.

Sebenernya tiap orang berbeda-beda cara menghadapi penat, stress, atau bosan. Ada yang serta merta refreshing dengan cara jalan-jalan, hang out, nonton film di bioskop, karaokean bahkan shopping. Ada juga yang saking penatnya sampai bingung sendiri mau ngapain dan kemana, alhasil cuma keluar rumah dan muter-muter naek kendaraan tanpa tujuan yang jelas. Beberapa juga berusaha mencari teman untuk mengobrol entah secara langsung atau cuma di dunia maya untuk sekedar berbagi cerita.

Beberapa hari yang lalu ketika saya penat, saya tidak ingin refreshing yang muluk-muluk bahkan untuk cari udara segar di luar saja saya terlalu lelah. Akhirnya saya hanya masuk ke kamar, menikmati waktu sendiri, leyeh-leyeh di kasur sampai akhirnya saya tertidur. Dan whoilaaa, ketika terbangun perasaan saya jauh lebih baik, much much better!

Maka satu yang tak kalah penting, ketika kamu merasa penat, kuncinya cuma satu.

TIDUR !! 

Advertisements

3 thoughts on “Penat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s