Perahu Kertas

Perahu Kertas, adalah film Indonesia kedua yang saya tunggu-tunggu setelah AADC tahun 2002. Film ini diadaptasi dari novel dengan judul yang sama, disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Biasanya saya tidak pernah tertarik dengan film Indonesia, kecuali film tersebut direkomendasikan. Lalu kenapa tanpa rekomendasi sebelumnya, saya sudah tertarik dengan film ini? Alasan utamanya sangat simple karena film ini mengadaptasi novel tulisan Dewi ‘Dee’ Lestari. Ya, saya adalah penggemar berat Dee, saya jatuh cinta dengan semua tulisan dan karyanya. Dan seolah ingin memastikan alur cerita film masih sejalur dengan novelnya, Dee pun berperan sebagai penulis skenario. Satu lagi yang tak kalah penting, Dee juga menciptakan lagu untuk film ini.

Bercerita tentang seorang Kugy, si mother alien, manusia aneh yang menganggap dirinya agen Neptunus, spontan, tukang khayal yang pandai bercerita. Dan seorang Keenan, si manusia unik dan pintar yang pandai melukis, tp cenderung introvert dan pendiam. Yang satu ingin menjadi penulis dongeng, satunya lagi ingin menjadi pelukis. Yang menyamakan mereka adalah keinginan menjadi diri sendiri. Mewujudkan mimpi tidak mudah, terkadang  harus berputar menjadi sesuatu yg bukan kita, demi bisa menjadi diri kita lagi. Mungkin suatu kebetulan mereka bertemu sehingga jatuh cinta, tapi siapa yang tahu jika hidup adalah serangkaian kebetulan yang direncanakan Tuhan. Perjalanan hidup menghadapkan mereka pada proses, pilihan-pilihan bahkan penyangkalan. Namun hati, adalah nahkoda si empunya, karena hati tak perlu memilih, ia selalu tahu kemana harus berlabuh.

Membaca buku Perahu Kertas membawa saya ke dunia Kugy-Keenan, larut dalam kehidupan mereka. Tersenyum sendiri, terharu bahkan berkaca-kaca adalah hal biasa ketika saya membaca buku ini :D.

Saat ini saya sedang membaca buku Perahu Kertas untuk kedua kalinya, dalam rangka menyambut filmnya yang akan tayang serempak di bioskop-bioskop Indonesia pada tanggal 16 Agustus 2012 :D. Saya menaruh high expectation pada film ini. Kita tunggu saja.

Sebagai teman menunggu, dengerin dulu salah satu sountracknya yaa.. 🙂

“Dan kau ada diantara milyaran manusia. Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s